Rabu, 01 Juni 2022

Aksi Nyata 2.3.a.10 Coaching

Pada aksi nyata modul coaching saya melakukan praktek coaching yang disaksikan oleh PP bersama rekan sejawat di sekolah. Sebelum dengan PP saya juga telah melakukan coaching bersama rekan lainnya dalam keseharian saya





Aksi Nyata 2.2.a.10 Pembelajaran Sosial Emosional

Pada pembelajaran sosial emosional aksi nyata yang saya lakukan yaitu membuat RPP berdiferensiasi yang didalamnya terdapat pembelajaran sosial emosional. Kemudian lanjut dengan praktek pada kelas saya dan disaksikan oleh rekan lainnya.



















Aksi Nyata 2.1.a.10 Pembelajaran Diferensiasi

 Pembelajaran diferensiasi sangat sesuai dilaksanakan pada zaman ini, karena murid umumnya sudah terpengeruh dengan teknologi yang mengakibatkan motivasi belajar dan minat belajar menurun. Dengan teknik pembelajaran diferensiasi murid bisa dikembalikan ke fitrahnya karena pembelajaran disajikan dengan suasana yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhannya.

Sebelum melaksanakan pembelajaran diferensiasi dikelas saya membuat RPP berdiferensiasi yang disesuaikan dengan kebutuhan murid. Selama proses pembelajaran saya mencoba memahami dan menggali kebutuhan murid melalui pertanyaan-pertanyaan seputar materi. Kemudian saya memberikan pembelajaran sesuai kebutuhan mereka dan menghasilkan produk sesuai dengan keinginan atau minat mereka.

Selama kegiatan ini saya merasa masih kurang puas dan harus dilakukan perbaikan agar lebih sempurna. Saya merasa agak kesulitan dalam memetakan murid karena hal ini merupakan sesuatu yang baru bagi saya.












Aksi Nyata 1.3.a.10 Visi Guru Penggerak

Selama melaksanakan proses aksi nyata saya sangat senang karena saya merasa banyak perubahan yang terjadi pada diri saya maupun dalam proses pembelajaran yang saya lakukan. Saya pada awalnya merasa bingung bagaimana menjalankan aksi nyata ini. Setelah membuat langkah dalam bentuk BAGJA saya merasa mulai mendapatkan ide untuk menerapkannya. Berhubung suasana masih dalam covid-19 kadang daring kadang tatap muka maka saya berpikir kembali apa yang harus saya lakukan untuk membuat pembelajaran kreatif dan inovatif agar terwujud profil pelajar pancasila. Akhirnya dengan mempertimbangkan alat yang dimiliki murid jika terjadi daring kembali maka saya memilih materi pengeditan video kemudian upload ke youtube.



Aksi Nyata 1.4.a.10 Budaya Positif



                                                                             
 PENDAHULUAN

1.       Latar Belakang

Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya) hidup.

Sebagai pamong, Guru diharapkan memiliki nilai-nilai positif yang dibutuhkan  untuk  membentuk karakter  pelajar pancasila  dengan memberi contoh  (Ing Ngarso Sung Tulodho) dan melakukan habituasi atau pembiasaan yang konsisten di Sekolah.  Untuk itu sangat penting bagi guru untuk dapat  mengembangkan budaya positif di sekolah  agar  dapat menumbuhkan motivasi intrinsik  dalam diri murid-muridnya untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab  dan  berbudi pekerti luhur. Tujuan membangun  budaya positif di sekolah adalah menumbuhkan karakter anak Adapun karakter yang diharapkan yaitu menjadi manusia dan anggota masyarakat untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan agar terbentuk anak yang berkarakter profil pelajar pancasila

Akhir-akhir ini banyak kita temui anak yang tidak memiliki budi pekerti ataupun berkarakter. Untuk mengatasinya maka perlu dilaksanakan displin positif. Disiplin positif merupakan salah satu cara penerapan disiplin yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran serta memberdayakan anak untuk melakukan sesuatu tanpa sogokan, ancaman, maupun hukuman. Disiplin positif menggunakan motivasi internal dalam diri untuk mencapai tujuan Disiplin positif bisa diterapkan dalam kegiatan pembelajaran maupun kegiatan pembuatan kesepakatan kelas.

Guru harus bisa memposisikan dirinya sebagai manager di kelas dan juga harus bisa menjadi coach untuk murid-murid disekolah. Hukuman dan Hadiah memang tidak bisa dihapuskan sepenuhnya dalam dunia pendidikan secara instan. Akan tetapi kita sebagai Guru Penggerak haruslah terus berfikir bagaimana menerapakan disiplin positif dengan cara-cara yang positif sesuai kodrat alam dan zaman murid. Kesepakatan Kelas bisa menjadi salah satu cara untuk membiasakan Budaya Positif di sekolah, yang tentunya itu merupakan hasil kesepakatan bersama antara guru dengan murid 


2.       Tujuan

a.     Menumbuhkan karakter murid melalui disiplin positif

b.     Pembiasaan budaya positif disekolah oleh seluruh warga sekolah

 

3.       Tolak Ukur

a.     Perubahan sikap dan perilaku siswa

b.     Keikutsertaan guru menyelesaikan masalah menggunakan restitusi

 

4.       Dukungan yang Dibutuhkan

a.     Kepala Sekolah

b.     Wakil Kepala Sekolah

c.     Bendahara

d.     Sarana dan prasarana untuk presentasi

e.     Rekan Sejawat

f.      Orang tua

 

5.       Linimasa tindakan aksi nyata

       a.     Memohon ijin dan berkoordinasi dengan kepala sekolah untuk 

            pelaksanaan kegiatan

b.     Membuat keyakinan di kelas XII IPA 2

c.     Membuat slide persentasi untuk melaksanakan sosialisasi

d.   Memperbanyak dan membagikan slide presentasi sebagai bahan bagi peserta sosialisasi

e.     Membuat undangan sosialisasi

f.      Sosialisasi terhadap seluruh warga sekolah

g.     Melaksanakan restitusi terhadap siswa khususnya siswa yang terlambat

 

PELAKSANAAN KEGIATAN

1.       Pelaksanaan

Kegiatan pelaksanaan aksi nyata menerapkan budaya positif di sekolah dimulai pada awal bulan Januari 2022 awal pelaksanaan semester 2. Kegiatan dimulai dengan meminta izin kepada kepala sekolah untuk melaksanakan kegiatan aksi nyata. Setelah mendapat izin kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan keyakinan kelas di lokal XII IPA 2.

Kegiatan pembuatan keyakinan kelas ini dimulai dengan perkenalan dengan siswa yaitu untuk mengetahui pribadi siswa dengan menyebutkan sifatnya tetapi harus diawali dengan huruf pertama panggilan mereka. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kertas clipnote kepada siswa untuk membuat gambar yang menerangkan kelebihan yang mereka miliki kemudian siswa ini menerangkan kepada teman-temannya. Gambar tersebut ditempel di dada siswa.

Kegiatan selanjutnya adalah kembali membagi kertas clipnote agar siswa membuat keyakinan kelas yang mereka inginkan. Setelah selesai kertas tadi ditempel pada karton yang sudah ditempel di depan kelas. Kemudian salah satu siswa merekap keyakinan yang berbeda sehingga didapatlah sebuah keyakinan kelas. Selanjutnya kembali ditanyakan ke siswa apakah mereka semua setuju terhadap hasil yang telah didapat tadi. Ternyata ada satu yang tidak disepakati sehingga kesepakatan tersebut dicoret dan keyakinan kelas yang disepakati bisa dilaksanakan di kelas XII IPA 2

Pada saat tugas piket ada seorang siswa yang terlambat. Siswa ini memang sering terlambat dan bisa dikatakan agak peka. Restitusi dilakukan kepada siswa ini. Alhamdulillah besoknya sampai saat ini siswa tersebut tidak pernah terlambat lagi. Awalnya saya sempat ragu karena siswa disekolah saya agak susah diatur. Seperti kata teman-teman siswa disini tidak bisa jika kita tidak keras nanti kita tidak akan didengar. Ternyata dengan restitusi hal yang dianggap mustahil bisa terjadi dan siswa ini tidak ada terlambat lagi.

Kegiatan berikutnya adalah kembali meminta izin kepada kepala sekolah untuk melaksanakan sosialisasi terhadap warga sekolah. Kepala sekolah meminta slide presentasi yang dibuat nanti diprint dan dibagi kepeserta. Setelah mendapat izin pembuatan slide presentasi mulai dilakukan kemudian di print dan diserahkan kepada sekolah kemudian diperbanyak petugas kepegawaian dan dibagikan ke peserta.

Petugas kepegawaian membuat surat undangan sosialisasi kepada seluruh guru dan karyawan. Wakil kepala sekolah menyebarkan undangan kepada seluruh guru dan karyawan. Kemudian sosialisasi dilaksanakan pada jam 11.00 sd 12.30 WIB. Untuk pengambilan video sosialisasi dibantu oleh guru PAI tetapi karena ada kendala pada alat perekaman menyebabkan kamera sering terhenti sehingga pengambilan video terpotong-potong. Pengalaman saya melaksanakan restitusi saya bagikan saat sosialisasi ini

Keesokan harinya kepala sekolah meminta saya untuk melaksanakan restitusi terhadap siswa yang terlambat. Saat itu siswa yang terlambat. Kepala sekolah mengumpulkan anak-anak dilapangan dan mengoper 5 orang untuk direstitusi setelah selesai dilanjutkan 5 orang berikutnya dan seterusnya. Alhamdulillah keesokan harinya siswa yang telah direstitusi dan membuat keyakinan diri tidak terlambat lagi 

2.       Refleksi

Setelah aksi nyata ini dilakukan perlu dilaksanakan evaluasi terhadap tingkat keberhasilannya. Apakah hal yang dilakukan sudah benar dan bisa terjadi perubahan. Apakah tindakan ini akan dilaksanakan oleh guru yang lain walaupun hanya sebagian guru saja yang melakukan 

3.       Hasil Akhir Aksi Nyata

Kegiatan disiplin positif ini sudah mulai berjalan. Setelah pelaksanaan restitusi persentase keterlambatan siswa mulai berkurang dan restitusi ini ternyata juga ditiru oleh beberapa guru dan petugas piket. 

4.       Rencana perbaikan

  •       Pembuatan keyakinan kelas disetiap kelas
  •       Mengupayakan penerapan disiplin positif dilakukan oleh lebih banyak guru lagi
  •       Pembiasaan melaksanakan budaya positif terhadap seluruh warga sekolah
  •       Refleksi dan evaluasi setiap kegiatan 

 

PENUTUP

Demikianlah upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam membangun budaya positif di sekolah. Dimana untuk mewujudkan ini membutuhkan proses yang yang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat dan adanya ketidak yakinan dari pihak tertentu. Proses aksi nyata ini juga membutuhkan keterlibatan semua pemangku kepentingan di sekolah, guru, kepegawaian dan siswa sebagai sasaran utama.

Terima kasih bagi semua warga sekolah yang sudah mengikuti perjalanan berproses menuju pendidikan Indonesia yang lebih baik. Membentuk budaya positif di sekolah dengan berfokus pada kebutuhan murid dan pertumbuhan karakter positif melalui disiplin positif bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan dan butuh waktu serta perencanakan yang terbaik untuk murid dan sekolah. Semoga kedepannya kita sebagai guru bisa menghantarkan siswa menjadi pribadi yang berkarakter dan berprofil pelajar pancasila 

Buah dari kerja keras ini dapat terlihat ketika kita menyadari bahwa murid kita telah bertumbuh menjadi seorang dewasa yang sukses di pekerjaan, kehidupan, dan relasinya dengan orang lain dengan karakter yang memiliki integritas tinggi, bertanggung jawab, dapat diandalkan, berbudi pekerti luhur, dan bermanfaat bagi lingkungan dan negara.

 

DOKUMENTASI

1.       Berkoordinasi dan meminta izin kepada kepala sekolah

                                  

2.       Pembuatan keyakinan kelas3. 

 

 

3.       Pelaksanaan sosialisasi 



4.       Kegiatan resitusi siswa

 

5.       Pembiasaan budaya positif dengan gotong royong.


6.       Pembiasaan budaya positif senam bersama 


7.       Pembiasaan budaya positif muhadarah dengan ustad

 


 


Aksi Nyata modul 1.1.a.10 Pembelajaran KHD

 1.      Perasaan selama melakukan perubahan

  • Senang dan bangga menjadi bisa mengenal pembelajaran berdasarkan pembelajaran KHD
  • Bahagia melihat murid lebih semangat belajar dengan pembelajaran yang menyenangkan berdasarkan pemikiran KHD
  • Mengajak guru lain ikut dalam perubahan pembelajaran KHD

 2.      Ide atau gagasan sepanjang proses perubahan

  • Menciptakan suasana belajar yang damai sehingga siswa tidak merasa terbebani datang ke sekolah
  • Meningkatkan kemandirian siswa dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa
  • Memberikan pembelajaran kreatif yang menyenangkan
  • Berkolaborasi dengan guru lain terhadap kesulitan yang mereka temui dalam melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada anak

 3.   Catatan praktik baik, rangkaian pelaksanaan dan testimony guru dapat dilihat pada video berikut 

https://www.youtube.com/watch?v=ERvTyloWB3U



Aksi Nyata modul 1.2.a.10 nilai dan peran guru penggerak

1.   Perasaan saya selama melakukan aksi dikelas

  • Senang dan bangga menjadi bisa mengenal pembelajaran berdasarkan pembelajaran KHD
  • Bahagia melihat murid lebih semangat belajar dengan pembelajaran yang menyenangkan berdasarkan pemikiran KHD
  • Mengajak guru lain ikut dalam perubahan pembelajaran KHD

 2.      Ide atau Gagasan Sepanjang Proses Pelaksanaan

  • Menciptakan suasana belajar yang damai sehingga siswa tidak merasa terbebani datang ke sekolah
  • Meningkatkan kemandirian siswa dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa
  • Memberikan pembelajaran kreatif yang menyenangka
  • Berkolaborasi dengan guru lain terhadap kesulitan yang mereka temui dalam melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada anak

 3.  Catatan praktik baik, rangkaian pelaksanaan dan testimony guru dapat dilihat pada video berikut 

https://youtu.be/8CYzpGgr9SA



 

PENGUMUMAN KELULUSAN SMAN 1 SITUJUAH LIMO NAGARI TAHUN 2025

Pengumuman Kelulusan Pengumuman Kelulusan Masukkan NIS Anda: Cek Kelulusan ...